Archive for Maret 2009
TANPA TANDA JASA
Pria itu mengayuh sepeda pancalnya perlahan, menyusuri jalanan tak beraspal dengan debu berterbangan setiap kali roda sepedanya berputar di atas tanah coklat itu. Keringat membasahi wajah dan tubuhnya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Perjalanan sekitar 20 menit harus ditempuh pria itu menuju ke rumahnya yang terletak di gang kecil di pinggiran kota. Agus, nama pria itu mengayuh sepeda dengan cukup cepat agar tak terlambat mengajar mengaji di musholla kampungnya pada pukul 4 sore. Rapat di sekolah tempatnya mengajar tadi membuat dia agak terlambat pulang hari ini, biasanya pukul setengah 3 dia sudah bisa ada di rumah, makan dan istirahat sejenak sebelum menuju musholla. Deritan rantai sepeda yang dikayuhnya berbunyi cukup kencang setiap kali kaki Agus menggenjot pedal sepedanya. baca selengkapnya
LENDIR DAN MODUL SEKS (OBROLAN BARENG MOAMMAR EMKA)
Dulu setiap kali mendengar nama Moammar Emka, yang terlintas pertama kali di pikiran saya adalah tulisan seputar dunia malam dan seks, saya sampai berpikir kok nih orang terus-terusan menulis seputar itu? Gak bisa nulis yang laen apa? Bahkan saya sampai sempat berpikir apakah orang ini termasuk aliran penulis SMS (Sastra Mazhab Selangkangan) seperti yang dikatakan oleh Taufik Ismail, meskipun saya tahu yang dia tulis bukan sastra tapi sebuah laporan investigasi. baca selengkapnya
INI CARAKU…
SUKARNO
Sinar matahari semakin menyengat saja rasanya hari ini, seolah-olah peluh dan keringat yang aku rasakan belum cukup untuk melengkapi rasa lelah. Sinar matahari yang panas menyengat itu masih ditambah dengan sampah dan debu yang sedang aku geluti saat ini. Meskipun aku selalu menghadapi saat-saat ini 6 hari sekali, namun tetap saja rasanya melelahkan. 2 tahun lalu aku terima pekerjaan penjaga dan pegawai kebersihan SMA JAYA ini, pikirku daripada menghabiskan masa tua dengan menganggur. Saat itu aku memang lebih memilih pekerjaan ini ketimbang mengikuti putraku satu-satunya hijrah ke Bandung bersama keluarganya, mungkin sudah ribuan kali Jaka, nama putraku itu merayuku agar mau tinggal bersamanya. Namun aku selalu menolaknya sampai akhirnya sekitar 5 tahun lalu tak ada lagi kabar berita darinya, sempat aku berusaha menghubunginya namun akhirnya aku sadar mungkin ia sudah tak ingin lagi berhubungan denganku.
baca selengkapnya






