HATI-HATI DENGAN BUKU!!!
Sampai saat ini saya adalah orang yang percaya dengan kekuatan tulisan, tulisan memang bersifat mati, wujudnya memang hanya huruf yang dirangkai menjadi kata, lalu dirangkai dengan kata lainnya hingga menjadi kalimat dan kalimat itu dilanjutkan dengan kalimat lain hingga menjadi paragraf (Anak SD pasti sudah tahu lewat pelajaran Bahasa Indonesia hehe). Namun di balik semua sifat itu tulisan memiliki kekuatan yang dapat mempengaruhi pembacanya.
Pernahkah anda membaca sebuah novel hingga menitikkan air mata atau paling tidak terharu karena membacanya? Atau pernahkah anda tertawa terbahak-bahak ketika membaca sebuah cerita lucu? Kalau sudah pernah itulah kawan kekuatan tulisan. Kalau masih belum percaya coba anda baca buku “Melukis Cinta 2” Karangan Sakti Wibowo, kumpulan kisah nyata tentang cinta yang sukses membuat saya terharu (hehe jadi malu) atau baca buku-buku karya Boim Lebon yang bisa menghilangkan stress karena cerita-ceritanya yang konyol. Kalau masih belum mampu membuat anda tersentuh dengan 2 buku rekomendasi saya di atas, mungkin 2 buku itu belum terlalu dahsyat bagi anda. Kalau masih belum tersentuh juga wah berarti ada yang salah dengan hati anda hehehe…
Oke, mungkin sedikit contoh lain. Konon, Buku Serial Detektif Sherlock Holmes sempat menimbulkan kontroversi, karena pada satu seri tokoh utamanya oleh sang pengarang Sir Arthur Conan Doyle dimatikan dengan jalan cerita melompat ke air terjun bersama koleganya Profesor Watson. Namun setelah seri itu terbit banyak pembaca yang juga fans berat Sherlock Holmes protes dan meminta Conan Doyle menghidupkan kembali si Detektif! Maka terbitlah seri “Kembalinya Sherlock Holmes”. Andrea Hirata hanyalah seorang karyawan Telkom biasa sampai dia menulis tetralogi “Laskar Pelangi” yang fenomenal itu, banyak orang yang sangat terinspirasi dengan karyanya, Giring Nidji Sahabat Aku… Eh salah Giring vokalis band Nidji juga mengakuinya. Tetralogi Pulau Buru yang ditulis Pramoedya Ananta Toer sempat menjadi buku terlarang pada orde baru.
Beberapa contoh di atas hanyalah sebagian kecil dari banyaknya karya-karya tulis lai yang berhasil mempengaruhi orang baik positif maupun negatif. Mengapa sebuah buku bisa begitu berpengaruh bagi banyak orang? Mari kita lihat beberapa faktor berikut :
1. Fantasi Ketika membaca buku kita tertuntut untuk membuat visualisasi sendiri, kita akan membangun alam fantasi kita sendiri agar lebih bisa mencerna kalimat-kalimatnya. Fantasi yang dibangun oleh seorang pembaca tentunya beda dengan pembaca lainnya, hal ini sering berlaku untuk buku-buku fiksi, itulah sebabnya selalu timbul kekecewaan ketika sebuah buku diangkat menjadi film. Ya karena itu tadi, visualisasi yang dibangun si pembuat film berbeda dengan pembacanya. Tidak pernah ada orang yang memiliki pikiran yang sama persis bukan? Namun disitulah kenikmatan membaca, karena kita seolah dibawa ke alam lain ketika membaca.
2. Gagasan Dalam sebuah tulisan ada sebuah gagasan atau ide yang disampaikan oleh penulisnya. Setiap penulis pastinya punya maksud tertentu dalam setiap karya tulisnya. Nah, seringkali gagasan ini adalah tentang suatu hal yang baru atau lebih tepatnya informatif, edukatif bahkan mungkin profokatif. Ketika gagasan dalam suatu karya tulis ini bisa diterima oleh pembacanya, tentunya ia akan terpengaruh.
Baru-baru ini salah satu karya tulis di Indonesia menjadi kontroversi, meskipun tidak secara meluas. Buku berjudul “Ilusi Negara Islam” ini menjadi kontroversi karena dalam buku ini membahas tentang gerakan baru dalam Islam yang disebut gerakan Islam transnasional, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikategorikan dalam gerakan ini (detik.com 22/5/09). Menurut Ahmad Suaedy, Direktur The Wahid Institute, lembaga yang menerbitkan buku ini disusun berdasarkan hasil tim riset mereka tentang gerakan Islam transnasional tersebut.
Pada akhirnya buku ini memunculkan kontroversi baru, perwakilan dari HTI menyatakan buku ini tidak menghargai demokrasi. Memang sah-sah saja ada perbedaan pada masa sekarang selama tidak menimbulkan gesekan yang berakhir kekisruhan. Sampai 27 Mei lalu menurut detik.com buku ini justru semakin laris meskipun pembeliannya dipesan langsung ke penerbit karena menurut Wahid Institute tidak ada toko buku yang memesannya. Buku ini sendiri juga bisa diunduh lewat internet dan saya adalah salah satu orang yang akan mendapatkannya (Insya Allah akan saya baca dalam waktu dekat, masih ada buku lain soalnya).
Apapun hasil akhirnya, buku masih merupakan salah satu media yang dapat mempengaruhi kita. Tinggal bagaimana masyarakat kita membiasakan diri dengan membaca, tentu akan menjadi lebih maju bangsa ini kalau menjadikan membaca sebagai kulturnya dan lahirlah peradaban membaca, tentunya bacaan yang bermutu.









iya ya gara2 terinspirasi sama raditya dika,,aq aja jd rada2 autis… sungguh hebat buku mempengaruhi pembacanya…
inda
Mei 31, 2009 at 4:28 pm
haha…inda..inda..kenapa komen pake bw2 nama itu? btw uda kmbali ke style semula ni?
coba deh belajar nge-link biar blognya makin eksis. aku suka yg 2 post sblumnya, krn nulis hukum dr org hukum :p . UU ITE msh bnyk pasal karetnya. uda ada yg kena hukuman gr2 mengkritik di dunia maya. yok dibahas
bune radya
Mei 31, 2009 at 9:25 pm
@ inda : dasar penggemar kambing hehehe
@ bune : hehe ya nih mbak, jangan sampai keluar jalur ntar jadi kayak si itu lagi hehe. kalo postingan yang itu emang aku coba sekali-sekali nulis tentang hukum. tapi emang kurang mendalam, ntar aku coba lagi nulis tentang hukum dunia maya itu, soalnya emang menarik hehe. Btw hits kita kejar2an nih hihi
Eka Nugraha
Juni 1, 2009 at 2:20 pm
Ya kan dah q blg, many styles of blogging. Aq yg tua ngalah aja, klo bs mlh ngorbitin km yg lbh serius ngeblog. Ok!
@inda: kambing gendut mau kan? hehe, just kidding lo Ka!
bune radya
Juni 1, 2009 at 3:20 pm
@bune : hehehe makasih lo mbak udah dikasih banyak wejangan, biar kayak gini butuh waktu 2 tahun. Suwi2 hehehe
Eka Nugraha
Juni 1, 2009 at 3:32 pm
[...] yang ada di blog saya, sengaja dirubah isinya untuk ayongeblog.com, artikel aslinya bisa dilihat di sini semoga [...]
HATI-HATI DENGAN TULISAN!!!
Juni 15, 2009 at 12:02 pm
saya sangat setuju dengan artikel ini. tulisan mempunyai kekuatan yang masuknya melalui alam bawah sadar kita.
saya baru mencoba buat2 artikel ber-genre humor, dan memang kita tahu kita butuh komentar2 dan saran2 dari teman ataupun orang lain agar skill menulis kita bisa terus berkembang. saya sangat menghargai kalo anda mau memberi komen di blog saya (hehe..;) thanks) dan saya bari coba bt blog baru2 ini..
boleh kasih saran gimana biar saya bisa mempublikasikan artikel2 yg baru saya buat, agar orang lain bisa membaca dan memberi komentar,, makasih banyak ya..
SUKSES selalu..LANJUTKAN!!!!
og4y
Juni 27, 2009 at 1:35 pm
@ og4y : humor? waw setahu saya jarang tuh blog berisi artikel2 humor, menarik mas. biar bisa jadi penyeimbang dengan blog berartikel serius. artikelnya menarik mas di blognya sudah saya komen
Eka Nugraha
Juni 27, 2009 at 2:16 pm
thanks ya mas eka.. thanks bgt
og4y
Juni 27, 2009 at 8:07 pm