Zona Jazz Lover

Zona Tulisan Kritis dan Humanis dari seorang Jazz Lover

Archive for Agustus 2009

Setelah Merdeka, Kita Mau Apa?

with 7 comments

Cukup sudah perayaan kemerdekaan 17 Agustus lalu, upacara bendera, lomba, pentas seni, beragam acara televisi dan perayaan dengan pemecahan rekor seperti di Manado. Euforia kemerdekaan, warna merah putih dan penghormatan atas nasionalisme juga bisa dikatakan sudah selesai, saatnya kita kembali ke kehidupan kita, yang normal dan tanpa eu foria meriah. Katakanlah kita kemarin terlena karena perayaan kemerdekaan yang jatuh pada hari senin menyebabkan adanya long weekend dari hari sabtu. Lalu setelah merayakan usia bangsa ini yang menginjak 64 tahun, mau apa kita selanjutnya? Apakah nasionalisme kita hanya berlaku pada satu hari saja? Miris sekali, kalau nasionalisme kita hanya bersifat musiman, simbolis dan formalitas belaka.

Bukan maksud saya untuk bersikap pesimistis berlebihan dan mencibir beragam perayaan kemerdekaan yang sudah disebutkan di atas. Namun sebaiknya kita melakukan sesuatu yang lebih konkrit dan tidak berkesan musiman. Salah satu tindakan yang bisa kita contoh adalah seperti yang dilakukan Pandji Pragiwaksono dengan gerakan Satu Tiang Penuh, Satu Tahun Penuh. Gerakan Pandji ini memberikan contoh bahwa nasionalisme itu jangan hanya setiap satu tahun sekali diperingati, namun menjadi landasan kita sebagai manusia Indonesia.

Oke, mungkin mempelopori sebuah gerakan seperti yang dilakukan Pandji, terlalu besar dan wah bagi anda, kalau begitu kita bisa mulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana. Di postingan sebelumnya saya sudah membahas bagaimana cara kita menghargai jasa kepahlawanan dengan cara menghayati semangat kepahlawanan untuk kemudian dijadikan landasan beraktivitas kita sehari-hari. Memaknai kepahlawanan tersebut bisa menjadi salah satu cara kita menunjukkan cinta tanah air dan merasa benar-benar sebagai manusia Indonesia merdeka, namun selain itu ada tindakan lain yang bisa kita lakukan.

baca selengkapnya

Written by Eka Nugraha

Agustus 24, 2009 at 9:45 am

Menemukan Kepahlawanan

with 8 comments

Film tentang perjuangan pahlawan kemerdekaan

Film tentang perjuangan pahlawan kemerdekaan

Dulu, pada masa revolusi fisik, dimana perjuangan diidentikkan dengan maju ke garis depan peperangan, motivasi berjuang adalah mengorbankan jiwa raganya untuk satu nama “Indonesia”. Saya yakin tak ada seorang pejuang pun yang saat itu bercita-cita mendapat gelar “pahlawan”. Kalaupun ada sebagian nama pejuang tanah air yang mendapat gelar “pahlawan” bisa jadi itu hanya sekedar bonus, apalagi hampir semua gelar itu diberikan ketika sang empunya nama sudah wafat. Baik di medan perang, sakit, pengasingan atau penjara.

Tapi itu dulu, ketika gelar “pahlawan” bukan menjadi perdebatan, ketika orang pada masa itu hanya berpikir bagaimana caranya merdeka serta tetap hidup dan menikmati kemerdekaan yang akhirnya bisa dicapai 64 tahun yang lalu dan generasi sekarang telah terbebas dari penjajahan fisik. Generasi yang mengalami masa penjajahan dengan yang tidak tentu banyak perbedaan, termasuk memaknai kepahlawanan. Bagaimana seharusnya generasi sekarang memaknai kepahlawanan?

baca selengkapnya

Written by Eka Nugraha

Agustus 16, 2009 at 12:59 pm

Apa Yang Bisa Kita Pelajari Dari Orang Nyentrik dan Hobi Ketawa?

with 8 comments

mbahsuripSama seperti saat Michael Jackson meninggal dan Bom Meledak di Jakarta, meninggalnya seniman nyentrik Mbah Surip juga menjadi top news di beragam media, khususnya elektronik dan online hari ini (4/8/). Saya pertama kali mengetahui kabar Mbah Surip meninggal ketika calon istri saya (hehe) mengirimkan sms dan memberitahukan berita ini, kemudian saat online di facebook, statusnya hampir semuanya membahas meninggalnya Mbah Surip, begitu pula twitter yang bahkan katanya menjadi trending topics saat ini. Saya heran juga, meskipun sudah bisa menduga kalo Mbah satu ini memang fenomenal. Beragam komentar muncul, kata teman saya (sambil bercanda) Mbah ini kaget karena kaya mendadak, ada juga yang bilang bahwa beruntung dia meninggal di saat puncak kesuksesannya. Yap memang seniman yang hobi ketawa ini beberapa bulan terakhir cukup menyita perhatian, orang bisa saja tertawa melihat tingkahnya, sinis melihat lagunya yang terkesan asal-asalan, atau geleng-geleng kepala melihat penampilannya yang terkesan kumal, dekil dan jorok itu. Namun tahukah anda, seniman ini sebenarnya mengajarkan salah satu prinsip hidup yang menurut saya patut ditiru, Ngerti ndak hayo?

baca selengkapnya

Written by Eka Nugraha

Agustus 4, 2009 at 5:11 pm